6 Pelajaran Manchester City 4 – 1, Manchester United : memang beda level, yang merah bapuk depan – belakang.

livescorepialadunia – Manchester United tidak berkutik dilawan oleh  Manchester City dengan telak 1 – 4 dalam duel pekan ke 28 Premier League 2021/2022.

 

Pertandingan ini menunjukan perbedaan dari level yang sangat jauh antara kedua tim. Dimainkan di Etihad Stadium, Derby Manchester saat ini berjalan tidak seimbang. Manchester City tampil sangat perkasa.

 

Empat gol kemenangan Manchester City kali ini datang lewat aksi dari Kevin De Bruyne dan Riyad Mahrez. MU sempat melawan, namun hanya bisa mencetak satu gol melalui Jadon Sancho

 

Kekalahan ini mengancam harapan Manchester United untuk mengamankan empat besar musim ini. Ralf Rangnick jelas memiliki banyak PR untuk mengembalikan timnya ke level top

 

Jadwal Pertandingan Bola. Tidak hanya itu, duel Manchester City melawan Manchester United kali ini juga menyisakan 6 pelajaran penting.

 

  1. Beda level cukup jauh

Pertandingan ini mengekspos kondisi dari Manchester United, bahkan lebih buruk dari dugaan nya. Perbedaan dari level kedua tim sangat terlihat, Manchester City unggul terlalu jauh di setiap lini.

 

Selain gol Jadon Sancho, MU tidak benar – benar mengancam gawang Manchester City di pertandingan ini. Bahkan, Manchester United harus bersusah payah hanya untuk merebut bola.

 

Rangnick tidak coba membantah perbedaan level dari kedua tim. “ Tentu saja kalian ingin memenangi derby akan tetapi kalian pun harus mengakui bahwa di babak kedua, khususnya setelah gol ketiga, mereka membuktikan kualitas tim top yang mereka miliki.”

 

  1. Masalah MU di belakang

Kebobolan empat gol tentunya akan jadi pertanda masalah Manchester United di lini belakang. Barisan bek Manchester United tidak cukup bagus, David de Gea menjadi korban.

 

Bahkan, dua kebobolan Manchester United di babak pertama berasal dari kesalahan koordinasi lini belakang. Kevin de Bruyne mudah lolos dari penjagaan.

 

Performa dari HArry Maguire lagi – lagi menjadi sorotan. Kapten Manchester United itu nampak lambat, tidak bisa menutupi gerakan penyerang Manchester City, bahkan membuat kesalahan saat membuang bola.

 

  1. Manchester United juga buruk di depan

Tidak hanya di belakang, MAnchester United juga bermasalah di lini serang. Absennya Cristiano Ronaldo dan Edinson Cavani membuat Rangnick kesusahan, tidak banyak pilihan.

 

Manchester United hanya membuat 2 tembakan yang tepat sasaran selama 90 menit. Bahkan statistik mencatat bahwa Manchester United sama sekali tidak menebak di babak kedua.

 

Betapa tidak, saat itu MU dipermainkan untuk menhear aliran bola Manchester City. Mereka tidak bisa merebut bola, apalagi menebak.

 

  1. Kevin De Bruyne gemilang

De Bruyne nampaknya cocok disebut sebagai spesialis Derby. Dia suka mencetak gol ke gawang Manchester United dan membuat Manchester United kesulitan.

 

KAli ini De Bruyne mencetak dua gol yang membenamkan Manchester United di babak pertama. Dia kerap datang dari lini kedua, membuat barisan bek Manchester United terkecoh.

 

Lebih dari itu, Opta mencatat bahwa De Bruyne sudah menciptakan total 37 peluang tembakan saat menghadapi Manchester United di Premier League. Dia melepas 17 tembakan sendiri, 20 sisanya dengan peluang matang.

 

  1. Maguire mengecewakan

Performa Maguire sudah disorot habis – habisan oleh beberapa minggu terakhir. Sekarang situasinya semakin buruk, dia jelas nampak kesulitan dan tidak percaya diri di lapangan.

 

Di pertandingan ini, kesalahan Maguire berdampak langsung terhadap dua kebobolan Manchester United. Dia tidak membuang bola pada situasi yang berbahaya, justru dengan mudahnya membiarkan bola memasuki sela – sela kakinya.

 

Nama Maguire bahkan dijadikan bulan – bulanan oleh fans Manchester United. Sang kapten seharusnya membantu meningkatkan moral tim, akan tetapi yang terjadi justru sebaliknya.

 

  1. Jadi kayak latihan Manchester City

Saking tidak seimbangnya pertandingan ini, fans melihatnya sebagai sesi latihan untuk Manchester City. Manchester United bahkan tidak bisa membuat Manchester City sedikit kesulitan.

 

Pasukan Guardiola mendominasi hingga 77% penguasaan bola. Bahkan, ada satu momen di babak kedua saat Manchester City mendominasi hingga 92% dalam 15 menit, yang artinya MAnchester United hanya mencatatkan 8% penguasaan bola.

 

Yang jelas, pertandingan ini menunjukan bahwa masih ada sangat banyak hal yang harus diperbaiki Manchester United jika ingin kembali bersaing di level top.